Prihatin
Kenapa ............?
Sekarang ini musim tawuran, antara lain : antar sekolah, antar mahasiswa, antar warga, antar elite politik. Saling menjatuhkan, saling ejek! Kenapa? Apa yang salah? Bisakah diperbaiki?
Jika kita melihat, merenung, mengingat firman Allah dalam Al-Qur'an, sudah benarkah tindakan kita ini. Apa hanya benar untuk kita sendiri, golongan, atau untuk bangsa dan negara ini. Apa sudah tidak ada yang bisa merasakan bahwa kebenaran manusia itu tidak mutlak adanya, kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT. Kenapa kita yang beda sedikit pendapat menjadi lebih besar? Apa kita-kita ini memperbesar perbedaan yang ada dengan perbedaan-perbedaan yang pada akhirnya membawa nama golongan, suku, ras atau yang lain. Kenapa sih perbedaan itu tadi tidak dijadikan kaca bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang mempunyai ribuan pulau, suku bangsa, bahasa, dan adat istiadat yang maha luhur. Banyak mahasiswa dari manca yang mempelajari budaya kita, tetapi kenapa kita sendiri bahkan menjauhinya atau bahkan tidak peduli.
Apa yang salah?
Menurut hemat saya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar hanya tergantung sudut pandang kita saja. Dari mana kita melihat, kadang kita melihat hanya dari segi yang menguntungkan kita sendiri, namun jika merugikan kita maka dianggap salah besar. Kembali kepada kebenaran yang hakiki maka kalau yang memandang masih manusia pasti masih melihat untung dan ruginya, tetapi jika kita kembalikan kepada Allah hanya Dia-lah kebenaran itu yang mutlak. Mari kita renungkan kembali hakikat kita rakyat Indonesia ini, jika kita inging maju bukannya menjadikan perbedaan tersebut dihilangkan namun perbedaan itu tadi kita gunakan untuk pendorong semangat yang lebih besar agar bagaimana perbedaan itu memperkuat khasanah budaya Indonesia, menambah kredibilitas berbangsa dan bernegara!
Saya ikut prihatin dengan kejadian baru-baru ini tentang segala hal yang terjadi mulai dari persoalan DPT untuk pemilihan calong anggota legislatif yang terkesan diseskreditkan kepada pemerintah, padahal kita semua ikut bertanggung jawab untuk memperbaiki DPS yang telah dibuat untuk ditetapkan menjadi DPT.
Masalah Pendidikan, saya sebagai salah satu pendidik sangat-sangat menyesalkan kejadian di 19 SMA yang tidak lulus 100%, siapa yang salah? Apakah dunia pendidikan kita ini sekarang sudah jatuh? Atau mungkin karena tekanan dari kurikilum dan dari SKL yang ditetapkan BNSP yang terlalu dipaksakan atau murid-murid yang seperti kerbau yang dicokok hidungnya atau ... atau yang lain. Wallahu alam bi shahab. Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Mungkin kita bisa memperbaikinya mulai dari sekarang, seperti sistem pendidikan, kurikulum, UNAS dan lain sebagainya.
Apakah salah satu dampak perselisihan sehingga siswa, mahasiswa dan masyarakat sulit membedakan mana yang baik untuk seluruh komponen bangsa ini. Memang tidak semua orang diuntungkan, tetapi paling tidak banyak yang diuntungkan daripada yang dirugikan. Marilah kita bersama-sama membangun bangsa ini siapapun pemimpin bangsa ini masrilah kita bantu bukannya kita jatuhkan. Kritik boleh, soalnya negara demokrasi namun paling tidak memberikan solusinya dan pantas atau tidak kritik itu kita lontarkan di depan umum, apa dampak dari kritik tersebut pada perubahan perilaku masyarakat. berakitakah pada perselisihan?
Memang dunia ini makin tua, rapuh, dan panas. Akibatnya membawa dampat pada kehidupan manusia. Hanya kesalahan kecil saja berakibat fatal.
Barusan terjadi pagi tadi ada seorang siswa SMP membawa sepeda motor pulang sekolah, karena merasa bisa dia menyalakan gas sepeda dengan kencang-kencangnya padahal jalanan ramai anak yang juga pulang, sehingga mengganggu pendengaran orang lain. Saat itu ada seorang bapak-bapak yang mengingatkan eeeee.... malah diajak berantem karena merasa benar sendiri. Tidak tahunya ternyata dia hidup dimasyarakat. Kejadian ini terjadi di depan mata saya sendiri.


No comments:
Post a Comment